Wednesday, March 07, 2007

Musibah lagi, musibah lagi...

Kenapa ya akhir akhir ini sering banget terjadi kecelakaan alat transportasi di Indo?
Dimulai dari awal tahun 2007, tepat tanggal 01-Jan 2007, pesawat Adam Air hilang ketika dalam perjalanan Surabaya- Menado, lalu ada kecelakaan Kapal Motor Senopati Nusantara yang tenggelam, lalu ada kecelakaan kereta api Bengawan yang anjlok di dekat Cirebon, lalu kecelakaan Kapal Levina yang terbakar di perairan kepulauan seribu, laut jawa, lalu kecelakaan pesawat Adam Air lagi karena hard landing, patah bodynya di Surabaya, lalu hari ini, kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta.
Aduh, kok banyak banget ya peristiwa tragis di awal tahun ini?
Mengingat banyaknya kejadian,dan banyaknya korban yang meninggal, seharusnya pemerintah bisa mengantisipasi dengan cara melakukan inspeksi terhadap seluruh alat transportasi yang akan berangkat mengangkut penumpang.
Inspeksi jangan hanya dilakukan kalo baru terjadi kecelakaan, namun sifatnya harus berkala. Seperti penanganan mesin pabrik, yang servicenya harus berkala, mesin mobil, yang tiap sekian kilometer harus ganti oli, ganti timing belt. Yach pokoknya kudu dirawat sebaik mungkin gitu.

Kalo disini kan begitu ada musibah, gak lama kemudian ada 'sidak'--inspeksi mendadak. Cek ini-cek itu, setelah itu vacuum lagi. Ada kejadian lagi, baru sidak lagi. Jadi kesannya main-main. Gak di maintain sebaik mungkin.

Coba liat aja alat transportasi darat yang namanya metro mini-kopaja-bus. Apa ada yang kondisinya layak jalan sebenarnya? Terus terang aja, kalo aku bilang tidak. Karena kondisi bus dan mikro bus yang sudah 'tua renta' dan mengenaskan.
-Gak ada kacanya,
-gak ada pintunya,
-kursi (jok)nya udah pada bolong-bolong,
-body sudah karatan, banyak dempul sana-sini
-sampah berserakan dalam kendaraan
-kadang wiper (karet penghapus air hujan) gak jalan
-angkut penumpang diluar batas maksimum (kadang sampai berdiri berjejalan dipintu pun masih ditarik ongkos penuh !!)
-ban nya kebanyakan vulkanisir, bukan original lagi
-sistem tambal sulam (kendaraan yang udah gak laik jalan, dipereteli onderdilnya, lalu di pakai ke kendaraan yang masih bisa jalan)
-coba liat dashboardnya! apa petunjuk kilometernya masih jalan? petunjuk bensinnya? lampu rem? lampu indikator lainnya?
-panel AC (pendingin) juga gak jelas. Katanya bus AC, tapi rasanya panas banget, yang keluar cuma angin doang. katanya freonnya habis, belum diisi...

Gak tahu kendaraan itu buatan tahun berapa, yang pasti udah bener-bener gak layak buat dinaiki. Kadang kitapun harus berjuang mati-matian dalam bus, agar tidak mati tergencet penumpang yang lainnya.

Kali ini yang masih layak dan pantas untuk dinaiki ya Trans Jakarta (Busway), dimana suasana nyaman, walau penuh, AC masih nyala, gak pake kena macet (kecuali jalurnya di pake sama kendaraan lain!), sistem tiketingnya tegas, jelas dan penumpang kalo bayar ongkos, gak bisa seenaknya
Kok masih bisa ya, DLLAJR mengeluarkan sertifikasi layak jalan bagi kendaraan- kendaraan bobrok tersebut? Kenapa tidak di perbaharui tiap 5 tahun?

Bedasarkan pengalaman nich, kayaknya kendaraan di Singapore dan Jepang tiap beberapa tahun sekali harus di regenerasi. Sampai-sampai bus bekas pakai dari jepang, gerbong kereta api dari jepang ada dan digunakan di Indo.
Singapore? ambil contoh nyatanya. Singapore Airlines (SQ) selalu mengganti pesawatnya tiap 6,3 (baca: enam koma tiga) tahun dengan pesawat model terbaru. (http://www.answers.com/topic/singapore-airlines)

Bus di sana? bagus-bagus, ber AC, ada televisinya, tenang, penumpangnya tidak berjubel-jubel. Unclenya (supirnya) juga sopan dan ramah. Gak ada yang ugal-ugalan seperti disini. (Kasus terakhir adalah temanku, Yani, yang naik kopaja melewati Mampang, pagi hari, kopajanya terbalik dengan kondisi ban diatas karena sopirnya ugal-ugalan. Yani mengalami keseleo berat di pinggangnya. 27-Febuari 2007)

So, gimana nih..... kadang jadi takut mau keluar kota kalo alat transpornya seperti itu. Dan yang jadi kambing hitamnya selalu mentri perhubungan, dirjen transportasi yang bersangkutan, dan biasanya kinerja presiden dan wapres yang disorot. Sebaiknya operator angkutan tersebut yang selalu mengecek kelayakan kendaraan tersebut sebelum berangkat.

Jadinya liburan naik apa yaaaaaaa ??????
(kata teman-temanku, naik baling-baling bambunya doraemon aja biar aman!)