Friday, June 29, 2007

Pe Er Je



Kalo orang Jakarta pasti tau yang namanya PRJ. Dikenal juga dengan Jakarta Fair.

Jaman dulu nich, waktu aku masih kecil, hampir tiap tahunnya diajak sama papi-mami ke PRJ di Monas. Dulu rame banget. Harga tiket masih murah. Yang datang desak-desakan. Biasanya kalo kita datang kesana sore menjelang malam, karena ada kembang api, dan ramai sampai jam 10 malam. Ada yang jual kerak telur, harum manis (itu tuh, kayak kapas, pink warnanya, dibuat dari gula. Istilah kerennya gue gak tahu), ada Donat, penjual mainan plastik, balon. Pokoknya rame tumplek blek!

Nah beberapa tahun terakhir ini, PRJ udah dipindah ke Kemayoran, bekas bandar udara. Tempatnya lebih luas dan baik. Suasana dan tata tempatnya juga OK.
Kamis kemarin 28/06, setelah menengok temanku yang melahirkan di Bogor, seperti biasa, Mr Bear iseng ngajak ke PRJ. Mumpung masih sore, masih kelihatan. Suasana sore itu sekitar jam 4an belum rame, orang baru pada berdatangan. Penjaga pintu masuk, bagian parkir di jaga sama beberapa mahasiswa yang terlihat warga 'keturunan'. Tiket parkir mobil sekali masuk hanya bayar Rp. 7000, tidak dipungut biaya tambahan lagi seperti di Senayan, yang harus memberikan plus plus untuk uang jaga.

Tiket pun dibuat pakai 'Magnetic Card' jadi tidak terjadi korupsi, karena setiap orang yang melalui pintu putar harus memasukkan magnetic card tersebut.
Selain itu terlihat banyak sekali 'Intel' dengan HT dan pakaian safarinya di setiap penjuru PRJ, ditemani juga dengan teman setianya, Rotweiler, Herder, Doberman, Labrador Retriever. Wah, kalau begini dijamin aman ya.... dengan tiket masuk Rp. 15.000 untuk weekdays dan Rp. 20.000 untuk weekend, pasti sudah ada seleksi pengunjung, karena dijamin orang kelas menengah bawah gak akan sembarangan masuk, karena tingginya harga tiket tersebut. Coba aja, ada keluarga (ayah, ibu, baby sitter, pembantu, nenek-kakek) udah 6 kali harga tiket....

Stand penjualan "Tidak selamanya murah." Promosi menukarkan tiket masuk dengan menambah Rp. 10.000 untuk tiga botol green tea ya sama aja dengan harga supermarket. Malahan kalo di supermarket satu botolnya Ro. 3100, berarti kalo tga botol Rp. 9300. Lebih mahal Rp. 700 kan! Ya cuma ada tas kecilnya. Itu yang bikin menarik.......

Snack2 diobral Rp 5000 sebungkus, isi bermacam2 snack. Untungnya Raf belum pernah jajan ato aku beri snack2. jadinya gak minta dia.
Yang banyak diminati stand helm, makanan, minuman dan kerajinan tangan. Cukup bervariasi dan menarik.
Akhirnya kita pulang. Sudah jam 22.00. Raf tertidur di gendongan papanya. Si Mbak tangannya penuh dengan brosur dan balon..........

No comments: